Tuesday, September 04, 2012

Hari Raya Syawal

Bismillah..

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.

Dibangkinang, kampung ibuku ada tradisi dimana setelah hari raya idul fitri besoknya disambung dengan puasa syawal selama enam hari. Setelah puasa syawal berakhir, masyarakatnya beramai ramai merayakan hari raya yang dinamakan raya zarah. Nama zarah sendiri diambil karena pada hari tersebut, semua kaum laki laki dewasa berbondong bondong melakukan ziarah ke ke kuburan, membersihkan lingkungan pekuburan dan membacakan doa. masing masing suku mempunyai lingkungan pekuburan sendiri sendiri. sehingga setiap suku bertanggung jawab atas lingkungan pekuburannya masing masing.
Setelah melakukan ziarah, menjelang tengah hari mereka berkumpul di masjid dan makan bersama dari hidangan yang disiapkan oleh ibu - ibu masyarakat setempat. Biasanya setiap rumah (bagi yang mampu) harus menyipakan hidangan/juadah/  yang ditempatkan diatas sebuah talam (di bangkinang dikenal dengan sebutan JAMBAU). kemudian jambau tersebut dijunjung diatas kepala dan diantarkan ke masjid untuk dihidangkan kepada kaum lelaki yang baru pulang berziarah.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak dahulu kala dan masih dilestarikan sampai sekarang. Tradisi ini jualah yang selalu dirindukan dan mengundang orang orang di perantauan untuk pulang ke kampung halaman. Bahkan perayaan hari raya zarah ini lebih meriah daripada hari raya idul fitri.


pulang ziarah

suasana keramaian raya zarah






 KAmi sekeluarga juga berkesempatan pulang ke bangkinang untuk menyaksikan perayaan hari raya zarah (raya enam). Banyak sanak saudara yang berkumpul di rumah mak ida (kakaknya ibuku) bercengkerama dan bersilaturrahim. Biasanya mak ida masak lemang (sejenis makanan terbuat dari pulut atau tepung, dimasak dalam bambu/buluh). tapi tahun ini, ga ada :(



tungku masak tradisional yg masih dipakai sampai sekarang


setelah seharian bermain di rumah mak ida, kami pun pamit, bersalaman dan singgah berkunjung ke rumah kak tati (masih family ibuku). dan bertemu dengan sanak saudara lainnya yang baru pulang dari pahang malaysia. setelah semuanya selesai barulah kami mandi sungaaaaiiii.... yayayyy really happy....












setelah semua selesai, kami pun pulang ke pekanbaru, Alhamdulillah....

1 diarys comments:

Elsa says:
at: October 31, 2012 7:22 PM said...

wowwww
itu bunga kuningnya keren banget Mbaaaak!!!!