Wednesday, March 23, 2011

"Surat Untuk Deeja"

Bismillah
Surat ini ibu buat untuk  BABY DIJA dalam rangka ulang tahunnya yang pertama, tapi surat ini ibu tujukan kelak ketika ia berusia 14 tahun. Insya Allah,.
Ibu berharap diusia 14 tahun inilah dija menjadi akil baligh dan bisa bertanggung jawab secara pribadi kepada Allah atas semua sikap dan perilaku yang ia kerjakan.

here is the letters..

Assalamualaikum warah matullahiwabarakatuh...

Hai dija!! apa kabarnya cantik?????? sebelumnya tante mo ngucapin selamat ulang tahun yang ke 14 ya.. :) Mudah mudahan Allah selalu melindungi dija dan keluarga serta selalu memberi rahmat, nikmat yang tak putus putusnya Amiiin....
Dija.. gimana sekolahnya lancar kan sayang? jangan lupa rajin rajin berdoa ya.. supaya semuanya dimudahkan dan hati kita terang untuk menangkap semua pelajaran. 
O iya.. dihari yang berkah ini, tante mau menghadiahkan sebuah puisi buat dija. Tante gak bisa memberikan apa apa selain doa dan harap agar dija tumbuh menjadi pribadi yang dewasa baik dalam berfikir , bertutur dan berprilaku. Puisi ini tante buat dengan sepenuh hati di suatu malam bertahun tahun lamanya sebelum hari ini.. tante membayangkan mungkin puisi ini merefleksikan suasana hati dija yang rindu akan kehadiran sosok ibu yang tak pernah dija temui seumur hidup. Tante juga berharap agar dija tak henti hentinya mengirimkan doa bagi almarhumah ibu agar beliau mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Disamping itu tante juga berharap agar dija juga bisa menyongsong hari dengan penuh semangat karena masih banyak orang orang disekeliling dija yang selalu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada dija. termasuk juga tante sebagai pengikut setia blog kamu sayang :)
Jangan lupa juga sampaikan salam manis tante buat Tante Elsa dan seluruh keluarga besar mu yang berjasa banget udah mendidik, membesarkan serta membimbing kamu sehingga kamu sampai di usia sekarang ini ya?...
here the poetry....

Dimana kah Kau, Disaat aku membutuhkanmu..

Kau tak pernah ada disaat aku berjuang untuk memulai kehidupan Ku
Jangankan memelukku, mungkin mendengar tangis ku  pun tidak,
Kau juga tak ada disaat aku belajar menuntun tubuhku untuk merambat, merangkak, berjalan dan perlahan berlari
Jatuh bangunku tak pernah kau temui..

Disaat aku sakit tak berdaya, kau tak disini, disampingku untuk merawat Ku..
Tangis manja ku pecah ketika aku di ganggu saudaraku, kau juga tak dapat membujukku..
Bahkan Kau tak bersamaku ketika ku bersukacita merayakan tahun pertamaku..
Bukan diri Mu yang memotongkan kue dan meniup lilin untukku..

Tahun terus berlalu…
Kau tetap tak ada ketika aku memasuki sekolah pertama Ku
Kau tak ada juga ketika aku dengan gembira berlari pulang tuk memperlihatkan rapor bagus ku..
Teman temanku bersuka cita ketika mereka lulus dari sekolah..
Tapi aku tetap tak bisa menunjukkan pada mu rasa banggaku ketika aku berhasil lulus dengan predikat yang terbaik..
Aku tak bisa teriak, Ibu.. Ibu.. Lihatlah Aku Anakmu yang pintar ini………………………

Ibu,
Dimana kah Kau disaat aku mememperoleh Universitas favoritku.. nanti
Ke manakah kau disaat ku menemukan pemimpin kehidupanku kelak..
Pada siapa ku bersimpuh memohon restu dan doa Mu..
Siapa yang kan menyapu bulir air mata yang berlinang di pipi Ku..


Ibu,
Dalam dingin subuh aku menghamba pada NYA…
Hati ku tertohok akan rencana Tuhan ku untuk ku..
Bukankah dia menciptakan pelangi setelah hujan badai dengan Guntur yang bergemuruh..
Menghadirkan indahnya bintang setelah membenamkan cahaya terang mentari..

Ibu,
Akhirnya kusadari..
Kau meninggalkan ku agar aku lebih dekat dengan Tuhan ku..
Agar ku tak larut bermanja padamu sehingga lalai pada kemandirianku..
Dan Agar aku bisa banyak menanam Amalan abadi untuk mu disana..
Kau membiarkan ku karena tahu indahnya rencana tuhan di balik itu..
Airmata ku kini menyiratkan kerinduan bukan kekecewaan pada Tuhan ku..

Ibu,
Akan ku bangunkan sebuah istana untuk mu disana dari setiap untaian doa doa dalam Sembah ku..
Akan ku kirimkan bunga bunga indah dari setiap sujud ku pada NYA..
Akan ku belikan lentera buat mu dari lantunan ayat ayat suci yang ku lafazkan..

Ibu… Tunggu aku disana..
Aku ingin Kau datang pada ku ketika Tuhan telah menyuruh menjemput ku..
Ketika telah sampai kehendak Tuhanku kepada Ku..
Amiiiiin………………


13 diarys comments:

Elsa says:
at: March 23, 2011 11:45 AM said...

waaah yang ini ada puisinya...
bagus sekali Mbak

terima kasih sudah ngirimin surat buat Dija yaaa

IbuDzakyFai says:
at: March 23, 2011 2:06 PM said...

Bagus banget surat dan puisinya...bravo dech

dunia kecil indi says:
at: March 23, 2011 2:08 PM said...

nice. puisinya mengharukan :)

ica puspita says:
at: March 23, 2011 2:40 PM said...

saya terharu membacanya... semoga kelak Dija senang menerima surat ini ya mbak... :')

Popi says:
at: March 23, 2011 3:05 PM said...

puisinya bikin nangis nih Bun!! salam kenal!

Emma says:
at: March 23, 2011 4:22 PM said...

@mba elsa: syukron pujiannya mba :)

@ibu dzakifai : mudah mudahan sukses juga buat ibu ya ..

@indi : terimakasih kunjungannya mba, sering sering mampir ya...

@ica: mudah mudahan dija senang mba, terimaksih sudah mampir ya mbak :)

@popi: Alhamdulillah, semoga airmata bisa menjadi penghapus dosa dan kekhilafan kita ya mbak, :) tahnks dah mampir....

cho says:
at: March 23, 2011 6:22 PM said...

ngebayangin istana yang dibikin dija buat bunda noni. mm, pasti nyaman banget buat ditinggalin. ah, jadi pengen dibikinin istana juga. tapi siapa ya yang mau mbikinin? ^ ^

Desy Noer says:
at: March 24, 2011 1:02 PM said...

di sini Dija..di sana Dija.. dimana-mana ada Dija.

Good luck mom

Zulfadhli's Family says:
at: March 27, 2011 10:42 AM said...

Bagus puisinya. Alhamdulillah banyak yang sayang sama Dija yah Mbakyu :-)

ethie says:
at: March 28, 2011 10:26 AM said...

Menyentuh sekali mbak.. :)

Emma says:
at: March 31, 2011 3:18 PM said...

@ cho : pasti banyak yang bisa bikinin istanananti cho, asal kita selalu menabur kebaikan dan amal jariyah :)

@Mba desy : tq mom^^

@susan: Ya syukur Alhamdulillah jeng :)

@ ethie: terimakasih ya mbak..

cho says:
at: March 31, 2011 6:23 PM said...

amin, semoga bunda sekeluarga nanti juga dapet istana yang megah di surga Nya. :)

vbi_djenggotten says:
at: April 21, 2011 5:50 PM said...

permisi...

saya tahu postingan ini dari blognya mbak Elsa...:)

waktu saya baca surat ini, sungguh menyentuh, sepertinya surat ini tidak hanya ditujukan untuk Dija, tapi lebih universal, menyentuh setiap pembacanya dengan manis...

saya dikaruniai seorang putri, dan saya jadi paham, kenapa surga itu berada di bawah telapak kaki ibu,
sejak menjadi ayah, saya bisa menyaksikan betapa istri sayang jumpalitan" menjadi seorang ibu...

sungguh ...
saya beruntung masih dikarunia seorang Ibu... , sedang Dija, secara biologis tidak lagi memiliki Ibu, tempat untuk bertumpu...

sungguh manis...:)