Monday, September 10, 2012

Selamat Jalan Mak Ida ku Sayang :(

Bismillah..

Setiap yang bernyawa pasti kembali kepada Allah..
Innalillahi wa inna Ilaihi Roji'uun......
Telah berpulang ke rahmatullah kakak dari ibuku (Mak Ida), di Bangkinang Hari Sabtu Tanggal 1 September 2012 pukul 11.an siang..

Baru satu minggu sebelumnya kami masih bertemu dengan mak ida, bersenda gurau, ketawa ketawa di hari raya syawal. tidak ada tanda tanda akan berpisah dengannya untuk selama lamanya, tapi ternyata Allah berkehendak lain, Janji Allah telah sampai padanya. Bagaikan mimpi, seakan tak percaya aku diberitahu kalau beliau telah tiada...

Di hari itu sabtu, ketika bangun tidur aku diberitahu ibu, kalau mak ida sakit dan mau berobat ke pekanbaru, tepatnya di sense china. reaksiku sih biasa saja, karena mak ida memang pernah juga berobat ke sinshe china tsb sebelumnya. katanya perutnya sakit dan sudah berobat kedokter dan bidan tiga kali tapi belum sembuh juga.

kebetulan dihari itu juga ada tamu yang akan berkunjung ke rumah kami, kak taty dan familynya yang dari malaysia. jadilah ibuku sibuk menyiapkan masakan untuk menyambut tamu tersebut. kemudian sandra (anak mak ida) menelpon ibuku lagi mengabarkan kalau mak ida sakitnya semakin parah. ibuku sudah ngotot serta marah sambil menyuruh sandra agar mak ida secepatnya dibawa ke rumah sakit di bangkinang saja untuk pertolongan pertama. tapi sandra bilang kalau mak ida bersikeras tidak mau dibawa ke Rumah sakit. Malah katanya beliau sempat menggigit bajunya karna tak mau dibawa ke RS.

Sekitar jam 11 aku dan suami bergegas ke bangkinang dengan niat mau membawa mak ida ke RS. ibuku tinggal di rumah menunggu tamu yang sudah diperjalanan. (kami sama sekali tak terfikir kalau mak ida kondisinya sudah seperti itu ). Rencananya sepulang tamu, ibuku dan kakakku baru akan pergi nyusul ke bangkinang.

Diperjalanan Aku kembali di telpon , mereka mengabarkan kalau mak ida sudah tiada, Ya Allah.. secepat kilat saja rasanya , baru tadi sandra nelpon ibuku mengatakan kalau mak ida mau berobat ke pekanbaru, tapi dalam hitungan jam, beliau sudah pergi selama lamanya..

Diperjalanan, air mataku tak bisa berhenti keluar, terbayang mak ida semasa hidupnya. Betapa beliau menyayangi kami. Aku menyesal kenapa tidak sempat pergi membawanya ke RS, dan tidak bisa menyaksikan ketika ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Apapun, aku hanya bisa berdoa, semoga Mak Ida Diampunkan dosa dosanya, Ditinggikan derajatnya di sisi Allah. Dimasukkan kedalam FirdausNya. Aamiin, Alfatihah....








Tuesday, September 04, 2012

Hari Raya Syawal

Bismillah..

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.

Dibangkinang, kampung ibuku ada tradisi dimana setelah hari raya idul fitri besoknya disambung dengan puasa syawal selama enam hari. Setelah puasa syawal berakhir, masyarakatnya beramai ramai merayakan hari raya yang dinamakan raya zarah. Nama zarah sendiri diambil karena pada hari tersebut, semua kaum laki laki dewasa berbondong bondong melakukan ziarah ke ke kuburan, membersihkan lingkungan pekuburan dan membacakan doa. masing masing suku mempunyai lingkungan pekuburan sendiri sendiri. sehingga setiap suku bertanggung jawab atas lingkungan pekuburannya masing masing.
Setelah melakukan ziarah, menjelang tengah hari mereka berkumpul di masjid dan makan bersama dari hidangan yang disiapkan oleh ibu - ibu masyarakat setempat. Biasanya setiap rumah (bagi yang mampu) harus menyipakan hidangan/juadah/  yang ditempatkan diatas sebuah talam (di bangkinang dikenal dengan sebutan JAMBAU). kemudian jambau tersebut dijunjung diatas kepala dan diantarkan ke masjid untuk dihidangkan kepada kaum lelaki yang baru pulang berziarah.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak dahulu kala dan masih dilestarikan sampai sekarang. Tradisi ini jualah yang selalu dirindukan dan mengundang orang orang di perantauan untuk pulang ke kampung halaman. Bahkan perayaan hari raya zarah ini lebih meriah daripada hari raya idul fitri.


pulang ziarah

suasana keramaian raya zarah






 KAmi sekeluarga juga berkesempatan pulang ke bangkinang untuk menyaksikan perayaan hari raya zarah (raya enam). Banyak sanak saudara yang berkumpul di rumah mak ida (kakaknya ibuku) bercengkerama dan bersilaturrahim. Biasanya mak ida masak lemang (sejenis makanan terbuat dari pulut atau tepung, dimasak dalam bambu/buluh). tapi tahun ini, ga ada :(



tungku masak tradisional yg masih dipakai sampai sekarang


setelah seharian bermain di rumah mak ida, kami pun pamit, bersalaman dan singgah berkunjung ke rumah kak tati (masih family ibuku). dan bertemu dengan sanak saudara lainnya yang baru pulang dari pahang malaysia. setelah semuanya selesai barulah kami mandi sungaaaaiiii.... yayayyy really happy....












setelah semua selesai, kami pun pulang ke pekanbaru, Alhamdulillah....