Copyright © MaJDi Diary
Design by Dzignine
Thursday, December 15, 2011

Demam Berdarah Dengue, typus, Influenza


Bismillah

Awal Desember tepatnya tanggal 4 hari minggu siang, seminggu setelah pulang dari jakarta zahwa terkena demam. awalnya muntah muntah terus diikuti dengan diare. gak dibawa ke dokter sih cuma dikasih obat penurun panas sama obat diare dan anti muntah aja. malam selasa baru ibu check ke RS. Zainab karena zahwa gak mau makan dan minum susu. Karena udah malam sekali, dokter anak udah pulang jadi zahwa dibawa ke IGD aja. setelah diperiksa sama dokter jaga, zahwa disarankan untuk tes darah keesokan harinya jika panasnya belum turun juga.

Besoknya, panas zahwa turun, so aku gak jadi nge check darahnya di labor, aku pikir mungkin dirawat jalan aja dari rumah.

Hari kamis malam aku bawa lagi zahwa ke dokter zaimi zet di RS Awal bros, malam itu juga dokter nyuruh cek labor. sempat khawatir juga karena zahwa belum pernah diambil darahnya sebelum ini. tak terbayang gimana takutnya dia disuntik sama jarum.
ternyata kekhawatiran ku terbukti, zahwa takut sekali waktu diambil darahnya. dia menangis sambil jerit jerit. sewaktu tangan kirinya disuntik perawat tak berhasil menemukan pembuluh darah, so pindah lagi ke tangan kanan itupun sempat beberapa kali suntik. huhuuuuu kasian putriku.
hasil cek darah bisa diambil sejam kemudian. Tapi karena praktek dokter zaimi sudah tutup, aku ambil hasil cek darah keesokan harinya sekalian balik ke dokter zaimi lagi.

Besoknya JUM,AT MALAM..

Pas balik lagi ke dokter buat melihat hasil lab, dokter bilang kalau zahwa positif demam berdarah dan typhus. waah aku shocked sekali mendengarnya. soalnya zahwa sudah kelihatan pulih dan ceria. badannya juga sudah tidak panas lagi dari hari selasa. Kata dokter lagi hari itu adalah masa kritisnya, saat panas badannya turun , dan dia harus dirawat!!   OMG padahal dari rumah, kami malah berniat mau ke mall sepulang dari check dokter. Ternyata dia malah harus dirawat. Aku langsung terngiang kata kata zahwa di mobil ketika hendak berangkat ke dokter tadi, " Bu, Nanti kita Bobok umah satit ya ?" (Bu, nanti kita tidur di rumah sakit ya ?)

Dengan perasaan galau dan khawatir aku akhirnya memutuskan untuk mengiyakan zahwa di rawat di rumah sakit . soalnya kalau hari ini benar adalah masa kritisnya dan aku malah membawa dia pulang ke rumah, tak terbayang apa yang harus aku lakukan jikalau terjadi apa apa. Bismillah dan pasrah pada Allah..saja

Sesaat setelah itu, ayah mendaftar untuk cari kamar, dan zahwa mulai dipasang infus sama perawatnya. kejadian ambil darah kemarin terulang lagi, dia menjerit dan nagis. hiks hiks kasian zahwa kelihatan sangat trauma . padahal tadi pas mau pergi dia ceria dan tertawa tawa. :(




setelah menunggu dapat kamar, hampir jam 10 malam, barulah zahwa dibawa ke kamar rawat inap. perawat silih berganti masuk ke ruangan  nge cek ngecek zahwa. ada yang cuma nanya nanya ada yang ngasih obat dsb. hal ini malah membuat zahwa ketakutan, mungkin dia trauma di suntik sama perawat.

Malam itu ziyad dan ayahnya pulang kerumah, sementara aku, dan kak yani di RS  nungguin zahwa. Zahwa baru bisa tidur setelah jam 12 malam dan jam tiga pagi terbangun lagi karena ada perawat masuk mau menginjeksi antibiotik. yaah nagis lagi deh..

Besok paginya, zahwa harus diambil darah lagi untuk melihat trombosit. karena pagi itu perawat tak berhasil mencari pembuluh darahnya (walaupun udah dua kali tusukan), kejadian traumatic bagi zahwa ini harus diulang lagi pada siang harinya. Duuhh.. aku benar benar gak tega dan hampir nangis dibuatnya. setelah dapat darah dan dibawa ke lab, aku bilang ke perawat kalau aku tidak mau lagi zahwa diambil darahnya. zahwa menjadi sangat stress. Dia nangis setiap ada orang lain selain keluarga yang masuk ke kamar. sampai sampai cleaning service masuk pun dia agak takut. 

Hari itu dokter visit dan memeriksa zahwa, ditangan zahwa sudah keluar bintik bintik merah. kata dokter itu tanda DBD nya. Syukur Alhamdulillah zahwa tidak sampai di transfusi. Dari hasil lab diketahui juga trombosit zahwa turun dari 275.000 sebelumnya menjadi 215.00 tapi masih diambang bawah. Zahwa juga kelihatan sudah mulai ceria lagi ketika banyak keluarga yang berkunjung tapi dia tetap takut kalau perawat datang apalagi sambil membawa jarum suntik.



Besoknya MINGGU 4 desember 2011,  

Tadi malam zahwa tidur lumayan nyenyak, dia hanya terbangun satu kali itupun karena kepanasan karena suhu AC di naikkan. Ketika pagi perawat datang lagi untuk mengambil darah, aku tetap tidak mengizinkan. Malah kami sekeluarga berpikir untuk membawa pulang saja zahwa  dan merawatnya di rumah. suasana yang menyenangkan di rumah dan tidak bikin dia stress pastilah lebih mempercepat proses pemulihannya.

Menunggu dokter visit , kami ajak zahwa jalan jalan keluar ruangan supaya gak jenuh dan bosan. Ketika dokter datang sekitar jam 4 sore, beliau menyesalkan keinginan kami yang tidak mengizinkan ambil darah zahwa dan minta pulang sebelum waktunya. Kata dokter zahwa belum bisa pulang karena takut trombositnya turun lagi. Tapi kami tetap bersikeras dan meyakinkan kalau zahwa lebih nyaman dirawat di rumah. Akhirnya kami disuruh menanda tangani surat pernyataan penolakan tindakan medis. sempat merasa gak yakin tapi , bismillah aja...

Zahwa senaaang sekali ketika diberitahu dia boleh pulaang, dia ga nangis waktu infusnya dicabut. walaupun mukanya masih pucat tapi semangat untuk sembuhnya cukup tinggi.





sesampainya dirumah zahwa masih kelihatan lemas, tapi kami giat memberinya makanan sedikit demi sedikit, buah- buahan dan cairan. setelah beberapa hari proses pemulihan dirumah, Alhamdulillah zahwa sudah mulai baikan.

 Selasa, 6 desember 2011

Dua hari kemudian gantian si abang yang kena demam, tapi kali ini bukan dengue melainkan kena influenza. tapi aku malah curiga ini flu singapura yang marak beredar di pekanbaru. Apalagi cuaca akhir akhir ini yang sudah memasuki musim penghujan , membuat bibit bibit penyakit menjadi aktif dari masa dormansinya.. gejalanya demam panas, pilek batuk batuk dan sariawan. sariawan di mulut dalamnya besar sekali. ziyad sampai tak bisa makan dan minum karena pedih. kasian bibirnya jadi terlihat monyong :(. sekarang tinggal pemulihan pilek dan sariawannya aja..

Beberapa hari kemudian giliran zahwa yang kena demam lagi. demam kali ini murni kena batuk pilek kayak abangnya kemarin, jadi aku tidak terlalu takut. aku cuma ngasih obat turun panas, pilek dan clavamox. Dan Alhamdulillah sekarang sudah berangsur angsur sembuh.


Dari pertama anak anak ku sakit sampai masa penyembuhan, hampir tiga minggu mereka tidak bersekolah. dan selama itu pula lah aku merasakan ujian yang datang silih berganti. Baru kali ini mereka sakit berturut turut dengan penyakit yang berbeda beda pula. lelah , letih rasanya menghadapi ujian sakit ini. Tapi Aku berharap sakit anak anak ku ini merupakan ujian dari Allah agar kami sekeluarga bersyukur atas nikmat sehat dan nikmat nikmat lainnya yang tak terhitung. RAsanya tiadalah berapa ujian ini dibanding rezki yang telah Dia limpahkan.

Ya Allah jangan lah engkau jadikan kami orang yang kufur atas nikmat Mu karena lelah akan ujian dari Mu. tapi jadikanlah kami orang yang berhasil melewati ujian itu dan mendapatkan peringkat yang mulia disisiMu ..AAAmiiiiiin.. ya robbal 'alamiin...

3 diarys comments:

Andy says:
at: December 16, 2011 10:55 AM said...

aku percaya kok mba,semua ujian yang datang pasti ada hikmahnya dibalik itu semua untuk kita sekarang & kedepannya

Lidya - Mama Pascal says:
at: December 16, 2011 2:44 PM said...

semoga sekarang sudah sembuh ya.yang sabar ya mbak

Zulfadhli's Family says:
at: December 26, 2011 5:07 AM said...

Ya Allah gw baru tau Mba kalo Zahwa sempet opname. Duuhhh semoga seterusnya sehat selalu yah Sayang. Amien