Showing posts with label raya. Show all posts
Showing posts with label raya. Show all posts
Friday, October 31, 2014

rayeee.. 1435 H


bismillah.....


nih cerita very veryy late post banget dah :) tapi diputuskan tetap dipublikasikan guna kemaslahatan banyak pihak ;p

kayak biasa sehari sebelum raya kami buat lontong kebangsaan keluarga. siapa lagi yang buat kalau bukan nenek! :))

aku dan anak anak nginap di rumah nenek sementara ayahnya stay di rumah kami aja dan habis sholat ied di masjid raudhatul Jannah baru datang ke rumah nenek .




tapi besoknya kami terlambat datang ke lapangan sholat ied..  bangunnya siih awal banget tapi karena sibuk tak menentu aja jadinya telat deh datangnya. Sampai di lapangan, jamaah udah sholat hampir raka'at kedua. Untung nenek masih bisa ikutan walau sempat ngomel ngomel hiii. sementara zahwa mewek mewek karena ga bisa ikutan sholat ied berjamaah. huhuuuuuu mau sholat.. kata zahwa sesunggukan. pas disuruh sholat sendiri, dianya gak mau trus bilang, "mau sholat semuanya sama orang orang". huuu kasian putri kecilku..


finally dia bisa tersenyum

suasana di lapangan sholat ied

 her ied second day gown
Pada hari raya ketiga, kami sekeluarga besar ditambah makcik dan pakcikku berangkat ke dumai, dan disinilah petualangan seru di mulai. Berangkat dari rumah pagi, 3.5 jam kemudian sampai di dumai. silaturrahiim sebentar sama saudara saudara di dumai dan cuss langsung berangkat ke pulau rupat mengunjungi anak lelaki makcikku  (sepupu kami) yang bermukim di rupat. Perjalanan menuju rupat sangat super duper melelahkan. dimulai dengan mengantri roro dari jam tiga sore sampai jam 8 -9 malam dan melalui jalan jalan yang rusaknya ruarr biasa. memang sih tidak sepanjang jalan rusaknya tapi banyak spot spot yang rusak parah luar biasa. sehingga setiap kali menjumpai jalan yg rusak kami terpaksa harus :menahan nafas" sejenak, dan kalau berhasil melaluinya perasaan langsung legaaaa. malah tak jarang ayah (suamiku), uwak dan pakcik harus turun sejenak melihat medan dan bahkan mengarahkan serta menyusun nyusun kayu dan batu di jalan yang rusak itu agar bisa dilalui ban ban mobil kami. paraah.. paraah, mana kami nyampenya malam pulaaa :((((

so ketika sampai dirumah sepupuku itu sekitar jam 11 malam, kami semua langsung tidurrr..

besoknya,

Ternyata tidur di kampung itu sangat menyenangkan, udara sejuuk dan tidak ada nyamuk pulak, Alhamdulillah anak anak kami tertidur pulas dan bangun dengan riang gembira apalagi setelah melihat suasana kampung di pagi hari yang sangat menyegarkan.


laskar pelangi

rumahnya yang masih tradisional banget "rumah kampong"


Pulau rupat ini kalau tidak salah terbagi menjadi 2 kecamatan yakni rupat utara dan rupat selatan. nah kami di bagian rupat selatannya. So di hari itu kami berniat mengunjungi rupat Utara yang konon terklenal dengan pasir putihnya.

Menuju ke sana, kami hanya menggunakan satu mobil uwak saja, sementara aku dan suamiku menggunakan motor yang kami pinjam dari sepupu.  kenapa? karena jalan nya yg rusak paraaah itu!! Mana itu satu satunya jalan lagi, so mendingan kami naik motor.  tapii ternyata jaraknya 60 km saudara saudara! setelah kami hitung dari meteran di dashboard motor, dan itu memakan waktu sekitar 3 jam. Bayangkan!! yang harusnya jarak segitu bisa ditempuh kurang dari satu jam kalau jalannya normal gak rusak. Kayaknya ini menjadi Pe Er berat bagi pemerintahan Kabupaten Bengkalis buat menata jalan jalan poros yang ada di daerah daerah terpencil agar bisa membuka akses ke destinasi 2 tsb.

 Sesampainya kami di pantai tersebut, kami disuguhkan dengan pemandangan  pantai yang landai dan berpasir. tapi sayangnya harapankami tidak sesuai dengan kenyataan. Apa ekspektasi ku yang terlalu berlebihan kali ya???

Awalnya aku membayangkan pantai yang benar benar bersiih, berpasir putih halus dan terhampar luas gitu seperti yang pernah diberitakan di acara acara tv, tapi ternyata salah. Pantainya sendiri memang luaaas banget dan bersih bahkan ditepian pantai itu banyak motor motor yang berseliweran. ini menandakan kalau pantai tersebut keras meski berpasir. dan konon katanya panjang pantai berpasir yang bisa dilewati ini mencapai 10-15 kilo meter, sayang fasilitasnya benar benar kurang memadai. Air lautnya juga kurang hijau. atau mungkin karena aku sudah pernah menikmati pantai pantai keren seperti di kepulauan seribu dan Bali sehingga ketika melihat pantai rupat nilainya jadi terpental jauh dimataku. Sebenarnya kalau digarap sempurna, pantai ini tentulah menjadi primadona di Riau yang nota bene kuraang banget sama pantai. Tapi overall rupat ini bisa dijadikan desa wisata yang bagus banget di Riau. karena kultur melayunya yang masih amat kental dan sejarah yang masih terpelihara. dan aku amat sangat suka sama suasananya :)

balik lagi ke ceritaku, sepulangnya dari pantai, kami kehujanan. karena yang naik motor cuma aku sama suami soo jadilah kami basah kuyup dan kedinginan di malam itu. untung gak sampai demam.

besok paginya,
Hujan yang mengguyur rupat semalam (setelah lama banget gak hujan kata mereka) tentulah membuat jalan yang rusak parah dan berlobang itu mejadi kolam lumpur. Alhasil ketika hendak balik ke dumai kami mesti melaui jalan jalan tersebut dengan perasaan takut dan deg degan. Dan ketika sampai di RoRo penyebrangan, kami seperti keluar dari desa yang mencekam hahahaha.. ampuuun deeh kata nenek dia gak mau balik lagi ke rupat dalam 4 atau 5 tahun kedepan serbelum jalan jalannya diperbaiki.



anak gadis di pantai rupat






ziyad backgrounndnya pantai rupat yang panjaaang banget


ni contoh jalan yang masih dikatakan normal, ga rusak, bayangkan yang rusaknya!!!










rumah lembaga Adat


masjid rayanya
 

 Sesampainya di dumai, kami checkin dan istirahat di hotel. dan sorenya berkunjung ke rumah mak long kami (kakak bapakku) di desa puak.





 besok paginya sebelum balik ke pku kami sarapan dan anak anak berenang..




bye bye rupat dan dumai.. see you next time Insha Allah..

Monday, December 02, 2013

Ied Adha 2013

ied Mubarak Everyone...............

postingan yang super duper telat.


sholat ied di lapangan univ. tabrani




wajah ngeri liat sembelihan





Wednesday, August 28, 2013

RAYA 6 (7 SYAWAL)

Bismillah...

baru balik dari dumai kemarin, besoknya kami pergi lagi ke bangkinang untuk merayakan hari raya ziarah. Di Bangkinang hari raya ini sangat dielu-elukan. biasanya di hari kedua syawal mereka berpuasa selama 6 hari. dan di hari ketujuh barulah mereka merayakan hari raya ziarah dengan cara setiap laki laki harus berziarah membersihkan setiap pemakaman suku yang ada di kampung mereka sendiri, setelah itu mereka sholat zhuhur berjamaah di masjid dan makan bersama sekampung . makanannya di bawakan oleh ibu-ibu dalam sebuah "jambau". setiap rumah harus menyediakan sebuah jambau berisi nasi dan lauk pauk lengkap.

kami pun tak mau ketinggalan merayakannya, walaupun raga masih lelah kami tetap bersemangat pergi bersilaturrahiim.

sesampainya di rumah kampung bangkinang, kami makan siang kemudian istirahat sebentar. Setelah itu kami berkunjung ke rumah saudara ibuku di daerah Salo. tak dinyana ternyata disana beliau bertemu dengan kakaknya yang se Ayah yang tak pernah ditemuinya dari kecil. kakaknya ini bermukim di Perak malaysia. Alhamdulillah mereka bisa bertemu dan menyambung silaturrahim kembali.

tungku tradisional yg masih ada di rumah kampung
rumah tradisional bangkinang
ki-ka: kakak ibuku, Ibuk, abang ibuku

menjelang sore kami singgah di rumah kak tati (masih saudara ibuku) untuk sholat ashar dan makan lagi ;p
kiddos main di rumah kak tati
What Amazing Syawal... Alhamdulillah....

Anugerah syawal ( Part 2)

Bismillah..

Hari raya ke tiga syawal kami berangkat ke Dumai . Keluarga tok ongah dan bunda sudah duluan sehari sebelumnya. kami berangkat sekitar jam 9 pagi dan sampai sekitar jam 1 .30 siang. Alhamdulillah jalannya lancar, kami juga sempat makan siang di rm. simpang raya kota duri.

sampai dumai kami langsung check in hotel, istirahat sebentar kemudian ajak anak anak berenang. 

 

abis berenang lapar, makan burger


habis tu, barulah kerumah sanak saudara.. rumah bu mala, mbak id, kak cun

 

 

besoknya off to bengkalis via pakning

berangkat sekitar jam 10 pagi (telat karna jenguk sepupu yang masuk rs karna kecelakaan di dumai), nyampe di  roro pakning jam 12 siang, antrinya ruar biasa, berhubung kapal ferry nya cuma 3 dan dermaga cuma satu, sementara mobil dan motor yang mau menyeberang banyak, maka alhasil kami baru bisa nyeberang pulul 6.00 sore..

roro

sampai di bengkalis kami masuk hotel dulu dan dinner di kamar hotel aja, tepaar boo....

Besoknya kami beraya ke rumah saudara yang ada di bengkalis. ibuku mau silaturrahim ke rumah ponakannya yang tak pernah berjumpa berpuluh puluh tahun.

ceritanya ponakannya ini adalah anak dari abangnya yang se Ayah. tapi sebelum itu kami pergi dulu ke rumah tantenya kakak ipar ku dan makan siang di situ..


we r flyin


rumah ponakan ibuk

after that kami ke selat baruuuu....

jalan menuju selat baru

mandi lumpur

 

setelah itu balik lagi ke hotel, persipan buat besoknya ngantri roro lagi.



bengkalis in the afternoon

 besoknya, jam 6 subuh mobil mobil kami suruh ngantri duluan di Roro sama suamiku dan uwak, sementara kami stay di hotel dan beraya ke rumah teman lama ibuku, buk poniyem. kami minta diantarin sama tok ongah yang hari itu belum ikut pulang. dia baru balik besok paginya. 

ibuk dan temannya

balik dari rumah bu poniyem kami diantar lagi kehotel buat check out. dan sekitar jam dua siang bertolak ke pelabuhan roro naik becak. Whatss! mobil kami masih belum bisa nyebrang. ternyata ngantri dari bengkalis ke pakning lebih parah lagi. suami2 kami sudah mulai ngantri jam 6 subuh baru bisa nyebrang jam 6 sore. 12 JAM!! tepar luar biasa.... untung bisa mejeng mejeng liat lautan dan alamnya..

sampai di pakning kami gak sanggup nerusin perjalanan ke Pekanbaru, so jadinya kami balik lagi ke dumai nginap semalam. barulah besoknya kami balik ke Pekanbaru.

ALHAMDULILLAH......

Anugerah Syawal 1434 H (part 1)

Bismillah...


horee idul fitri tibaa..

Taqabbalallaaah minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum...


karya tangan ziyad dari sekolahnya 'selamat idul fitri'

si centil bantuin ngisi toples lebaran
sehari sebelum raya kami masak bersama, ada buat lontong, ketupat pulut, rendang daging, gulai ayam dan sayur untuk makan lontong, dan gulai tauco.


maknya sibuk masak, anak anak sibuk main ampas kelapa

malamnya kami kumpul keluarga setelah itu takbiran di rumah, anak anak bersuka ria main kembang api dan lampu colok. setelah itu aku dan suami harus nutup bazar ramadhan toko yang berakhir persis di malam raya ini.

besoknyaa....
kami menunaikan sholat ied di lapangan tabrani dekat rumah, cuaca yang panas tak menghalangi ibadah suci ini. setelah itu kami mengunjungi makam ayahanda tercinta
suasana sholat ied












balik kerumah, makan lontong dan menunggu sanak saudara datang. kemudian yang tak pernah absen adalah.. melayani anak anak kecil seputaran rumah datang beraya dan minta angpao thr ;p



habistu , kami pulak lagi yang pergi berayaa.. yippie...
pertama sekali ke rumah mertua di sukajadi, ke rumah kak sias gobah, buk nor, pak bahar, tok ongah panam dan malamnya rumah makcik darat.


main kembang api di rumah sana


to be continued......

Tuesday, September 04, 2012

Hari Raya Syawal

Bismillah..

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.

Dibangkinang, kampung ibuku ada tradisi dimana setelah hari raya idul fitri besoknya disambung dengan puasa syawal selama enam hari. Setelah puasa syawal berakhir, masyarakatnya beramai ramai merayakan hari raya yang dinamakan raya zarah. Nama zarah sendiri diambil karena pada hari tersebut, semua kaum laki laki dewasa berbondong bondong melakukan ziarah ke ke kuburan, membersihkan lingkungan pekuburan dan membacakan doa. masing masing suku mempunyai lingkungan pekuburan sendiri sendiri. sehingga setiap suku bertanggung jawab atas lingkungan pekuburannya masing masing.
Setelah melakukan ziarah, menjelang tengah hari mereka berkumpul di masjid dan makan bersama dari hidangan yang disiapkan oleh ibu - ibu masyarakat setempat. Biasanya setiap rumah (bagi yang mampu) harus menyipakan hidangan/juadah/  yang ditempatkan diatas sebuah talam (di bangkinang dikenal dengan sebutan JAMBAU). kemudian jambau tersebut dijunjung diatas kepala dan diantarkan ke masjid untuk dihidangkan kepada kaum lelaki yang baru pulang berziarah.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak dahulu kala dan masih dilestarikan sampai sekarang. Tradisi ini jualah yang selalu dirindukan dan mengundang orang orang di perantauan untuk pulang ke kampung halaman. Bahkan perayaan hari raya zarah ini lebih meriah daripada hari raya idul fitri.


pulang ziarah

suasana keramaian raya zarah






 KAmi sekeluarga juga berkesempatan pulang ke bangkinang untuk menyaksikan perayaan hari raya zarah (raya enam). Banyak sanak saudara yang berkumpul di rumah mak ida (kakaknya ibuku) bercengkerama dan bersilaturrahim. Biasanya mak ida masak lemang (sejenis makanan terbuat dari pulut atau tepung, dimasak dalam bambu/buluh). tapi tahun ini, ga ada :(



tungku masak tradisional yg masih dipakai sampai sekarang


setelah seharian bermain di rumah mak ida, kami pun pamit, bersalaman dan singgah berkunjung ke rumah kak tati (masih family ibuku). dan bertemu dengan sanak saudara lainnya yang baru pulang dari pahang malaysia. setelah semuanya selesai barulah kami mandi sungaaaaiiii.... yayayyy really happy....












setelah semua selesai, kami pun pulang ke pekanbaru, Alhamdulillah....